Kepada Cium

http://www.jurnalkalam.org/

Tiga puluh tiga puisi Joko Pinurbo (biasa disapa Jokpin) selama tahun 2005-2006 tercakup dalam buku tipis ini. Dengan kalimat pendek dan bahasa sederhana, puisi Jokpin kerap mencuatkan emosi sekaligus ironi di benak pembaca. Benda dan peristiwa yang remeh yang ditampilkannya pun tak jarang menyimpan kejutan. Ia bicara tentang doa sehabis sembahyang, rambut bertutup jilbab, atau tubuh yang kesakitan. Puisi yang tampak bermain-main namun menyimpan kedalaman yang tak terduga.

Jokpin kerap terlibat dalam acara pembacaan puisi, misalnya Festival Puisi Internasional 2001 di Teater Utan Kayu, Jakarta. Pada Januari 2002, ia mengikuti perhelatan sastra di Belanda dan Jerman, termasuk Festival Sastra Winternachten di Den Haag. Bersama teman-temannya di Yogyakarta, Jokpin menggerakkan Komunitas Senthong Seni Bangun Jiwo. Kegiatan komunitas ini antara lain festival selawat, wayang kampung, ketoprak, dan dongeng anak-anak.

Joko Pinurbo meraih Sih Award 2001 dari Jurnal Puisi dan, di tahun yang sama, Hadiah Sastra Lontar. Pada tahun 2005 ia mendapat Khatulistiwa Literary Award untuk kumpulan puisi Kekasihku (2004). Ia juga menjadi salah satu Tokoh Sastra Pilihan Tempo 2001. Kumpulan puisinya sebelum Kepada Cium adalah Celana (1999), Di Bawah Kibaran Sarung (2001), Pacarkecilku (2002), Telepon Gengam (2003), dan Pacar Senja - Seratus Puisi Pilihan (2005). Puisinya telah diterjemahkan ke bahasa Inggris, Jerman, dan Belanda.